Food for School
 
   Jumat, 26 Rabiul Awwal 1431 / 12 March 2010
 
Head Office
Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
Email : info@aksicepattanggap.com

Donation
Rekening ACT Aksi Cepat Tanggap :

Bank BNI Syariah
No. Rek. 96110239

Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 0040119999

Bank Mandiri
No. Rek. 1280004555808

Bank Muamalat Indonesia
No. Rek. 3040022915

Bank Central Asia
No. Rek. 6760303133

Transfer Internasional BCA
Swift Code : CENAIDJA

Penelusuran
Cari :


Kategori :


News
Penanganan Gizi Buruk di NTT, Upaya Tak Kenal Lelah
2009-06-19 16:53:04

Tim ACT sedang berinteraksi dengan seorang Ibu

“Maaf kami sedang ada tamu dari Jakarta,” jawaban singkat itu keluar dari mulut Simon Ndolu, Lurah Oesapa, kepada pihak panitia dari kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat itu, Simon tengah mengikuti rangkaian peluncuran Malnutrition Rehabilitation Program (MRP) ACT yang memang bertempat di kantor Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Jum’at 12 Juni 2009.

Tamu dari Jakarta yang dimaksud Simon adalah tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang sengaja hadir di NTT untuk meresmikan program MRP di NTT. Seperti diketahui, kasus balita gizi buruk memang cukup banyak ditemui di propinsi ini sehingga ACT pun merasa perlu menguatkan program penanganan gizi buruk ini. Bagi ACT, program penanganan gizi buruk di NTT bukan kali pertama. Merujuk pada perjalanan program gizi buruk di NTT, tercatat sedikitnya lembaga kemanusiaan yang berkhidmat dalam penanganan bencana secara makro ini sudah lima kali menggelar program serupa. Program ini dimulai dengan Program Operasi Gizi Buruk (OGB) di tahun 2005.

Namun bukan lantaran Simon bertindak sebagai tuan rumah di Oesapa sehingga ia mengabaikan panggilan pihak Polda untuk ikut menghadiri peresmian program penanaman pohon secara serempak di wilayah NTT. Keduanya sama penting bagi NTT, namun boleh jadi Simon termasuk seorang kepala desa yang sangat memerhatikan pentingnya menyiapkan generasi NTT di masa depan. Dalam sambutannya, Simon menyatakan penghargaan setinggi-tingginya kepada ACT yang menggelar program MRP di wilayahnya. “Satu kebanggaan bagi kami warga Oesapa atas kepedulian tim ACT yang datang jauh dari Jakarta,” ujarnya.

Ya, Simon tidak sendirian menyatakan hal demikian. Pernyataan senada disampaikan Camat Kelapa Lima, David Johanis BA, “Kalau ACT yang dari Jakarta mampu dengan cermat melihat permasalahan penting di Kupang, yakni gizi buruk dan langsung membuat satu program penanganan di sini, seharusnya kita yang di Kupang ini bisa lebih peduli terhadap persoalan ini. Jadi apa yang dilakukan tim ACT di NTT ini sangat menginspirasi kami yang di Kupang untuk berbuat lebih baik dalam penanganan masalah-masalah yang ada, bukan hanya soal gizi buruk”.

Direktur Program ACT, N Imam Akbari, dalam kesempatan itu menyatakan bahwa kepedulian terhadap masalah gizi buruk merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masa depan bangsa ini. “Kewajiban kita bersama menyiapkan generasi yang sehat, kuat dan cerdas untuk menjadi pemimpin di masa depan. Bukan tidak mungkin pemimpin negara ini kelak berasal dari tanah NTT,” ujar Imam.

Peresmian program MRP di Kupang dihadiri pula oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Joyce Maria dan Kepala Puskesmas Oesapa. Pada hari itu pula dilakukan pemeriksaan terhadap 80 balita yang sebagian besar didiagnosa mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Balita-balita itu pun mendapat bantuan paket makanan tambahan. Yang menarik, 43 relawan lokal terlibat dalam program ini mulai dari penyiapan hingga pelaksanaan peresmian di Kelurahan Oesapa. Para relawan inilah yang juga akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan dalam proses pendampingan para balita gizi kurang dan gizi buruk.

Melihat antusiasme segenap aparat pemerintahan, para relawan, juga masyarakat terhadap program MRP di Kota Kupang ini semakin meyakinkan tim ACT bahwa sebuah program yang menyentuh kepentingan mendasar setiap manusia perlu terus menerus dilakukan. Persoalan gizi buruk adalah persoalan kita bersama, tanggungjawabnya tidak hanya terletak di pundak Pemerintah, Departemen Kesehatan atau Departemen Sosial. Segala lini, semua elemen di setiap lapisan masyarakat punya tanggungjawab yang sama untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan cerdas. (gaw)

Informasi Aktual
BNI 46 Datangkan 3 Truk Logistik

Untuk menjaga ketersediaan logistik, BNI 46 dan BAMUIS BNI 46 mengirimkan berbagai logistik yang dibawa 3 truk. Isinya antara lain beras, air mineral, sayur mayur, daging ayam, bubur bayi, telur, minyak goreng, dan lain-lain. Selain itu, truk tersebut juga berisi pembalut, personal hygiene, dan sandang layak pakai. Gempa bumi yang disusul oleh bencana tanah longsor di desa Cikangkareng membuat masyarakat harus mengungsi karena rumah mereka sudah rusak dan khawatir terjadi gempa dan longsor susulan.


Penyaluran Bantuan ACT-Unilever Tembuh Daerah Terpencil

ACT salurkan bantuan kemanusiaan dari Unilever untuk korban bencana gempa di Garut. Sampai saat ini bantuan berupa kebutuhan sehari-hari telah didistribusikan di Kabupaten Garut telah dinikmati para korban gempa  di lima desa di Kabupaten Garut.



Humanitarian Care Society
Daftar Donatur
klik di sini untuk melihat donatur dan donasi mereka.

Daftar Relawan
masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan tenaga kita, segera daftarkan diri anda jangan tunda lagi. klik di sini untuk mendaftar. Klik di sini unutk melihat daftar terdaftar.

Join ACT Mailing List (milis)


Our Partners